Jual Produk Kaos Online Terbaik Desain Kekinian 2021
0 items in your shopping cart

No products in the cart.

Kaos Distro Terbaru 2020 Pria Murah

Kaos Distro Terbaru 2020 Pria Murah

Istilah distribution store (Distro) mungkin sekarang sudah tidak asing lagi di telinga Anda, terutama di kalangan remaja. Banyak remaja kini ingin memilih distro sebagai lokasi mereka berwisata melakukan pembelian barang pakaian, ketimbang di sebanyak toko-toko retail besar kenamaan di negeri ini.

kaos distro terbaru 2020 pria murah

terbaru kaos distro terbaru 2020 pria

kaos distro terbaru 2020 pria terbaru

murah kaos distro terbaru 2020 pria

Terlebih ciri khasnya yang mempunyai edisi model dan jumlah kaos terbatas (limited-edition), maka kaos maupun produk distro lainnya makin disukai para muda-mudi.

Namun, kini dapat dikatakan harga kaos-kaos distro memang telah kompetitif dan bukan lagi semurah ketika di mula distro ada. Makin banyaknya pebisnis distro ini disinyalir sebagai dalil harga-harga maupun varian produk distro sekarang makin meningkat.

Apalagi bahan-bahan kaos produksi garmen lokal kini pun makin tinggi dampak makin banyaknya bahan kain impor China, serta eskalasi tarif dasar listrik (TDL).

Merasa harga kaos distro semakin tinggi, seorang lelaki mempunyai nama Mohammad Affandi (26) merasa penasaran dan tergerak hendak mencari tahu kenapa harga kaos saja dapat semahal itu.

Dia yang pada saat tersebut bekerja di suatu distro lumayan ternama di Bandung mulai menyimak dan tidak malu bertanya untuk rekanannya di sana bagaimana proses penciptaan kaos tersebut. Setelah mengetahuinya, dia juga tergerak hendak mempunyai usaha sendiri.

“Awalnya saya bekerja di suatu distro di Bandung. Saya menyaksikan kok harga-harga kaos kian mahal saja ya, saya juga jadi tergerak untuk menggali tahu bagaimana prosesnya dan apa benar harga aslinya pun semahal itu. Saya juga bertanya untuk teman saya yang kawakan di sana, lama-lama jadi tahu. Dari situ lah saya hendak bergerak punya usaha sendiri,” tutur pria yang menyatakan tidak menyelesaikan kuliahnya di jurusan desain grafis, untuk okezone, belum lama ini.

Namun, bukan usaha distro lah yang dipilihnya sebagai lahan usahanya, tetapi usaha unsur produksinya yakni sablonan. Meski usaha sablon, dia tetap memilih sablon eksklusif pakaian distro yang diproduksinya, bukan sablon spanduk, kaos olahraga, jaket, atau juga kaos-kaos pesanan partai politik.

kaos distro terbaru 2020 pria terbaik

lazada kaos distro terbaru 2020 pria

“Saya menyimpulkan untuk membuka usaha sablonan ini sebab saya kegemaran mendesain yang paling erat hubungannya dengan proses sablon dan mesti detail. Di samping itu, modal usahanya minimalis, kerjaannya pun santai, namun tetap menguntungkan,” ujarnya.

Mula buka usahanya itu, dia menyatakan mengeluarkan modal mula Rp15 juta. Itu pun melulu untuk melakukan pembelian peralatan sablon laksana cetakan sablon, 400 papan lokasi kaos yang bakal dicetak, meja sablon, dan perangkat lainnya. Sementara guna kain atau bahan kaos, menurutnya tersebut sudah masuk ke unsur produksi, sampai-sampai modal guna bahan dimasukkan ke dalam ongkos pemesanan pelanggan.

“Modal mula tersebut saya peroleh dari hasil simpanan saya bekerja di distro sebelumnya dan pun hasil kegiatan saya yang pernah menjadi agen distributor pesanan dari pelanggan ke orang-orang sablonan,” ungkap pebisnis sablon semenjak dua tahun kemudian itu.

Meski modal mula yang dikeluarkan lumayan besar, menurutnya tersebut berlaku dan berfungsi untuk jangka panjang. Buktinya, katanya, sampai ketika ini dia masih memakai peralatan yang dia beli di mula tersebut.

Bahkan, dia menuliskan sejak satu tahun lalu dia sudah meningkatkan satu mesin press (mesin cetak) ekuivalen Rp14 juta. Sebelum mempunyai mesin cetak tersebut, dia menyatakan menitipkan ke sablonan beda yang mempunyai mesin cetak tersebut.

“Sebenarnya dua hingga tiga bulan awal bisnis, tersebut (mesin press) sudah dapat dibeli, namun masih terdapat kebutuhan-kebutuhan yang lebih urgen lainnya,” tukasnya.

Dia mengatakan, dari usahanya tersebut dia dapat memperoleh omzet Rp40 juta masing-masing bulan dengan laba sekira 25 persennya atau sekira Rp10 juta. Penghasilan itu berasal dari pemesanan sekira 2.000 eksemplar (pieces) kaos tiap bulannya. Tapi bila pemesanan sedang ramai, terutama saat jelang Ramadhan, cuti sekolah, dan akhir tahun, maka produksi dapat mencapai 6.000 kaos.

“Bila Ramadan, omzet dapat naik tiga kali lipat dan laba dapat mencapai Rp40 juta. Itu dari pemesanan 6.000 pieces (full order),” ungkapnya.

Meski bertempat di Bandung, namun menurutnya tidak sedikit pemesanan malah datang dari luar Bandung, yaitu dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Alasannya, sebab distro-distro di Bandung seringkali sudah mempunyai usaha buatan atau sablonan sendiri.

Kini, usaha sablonan tersebut telah mempekerjakan 15 orang, meningkat dari mula usaha yang melulu mempunyai delapan orang karyawan.

Untuk mengembangkan bisnis sablonannya itu, menurutnya tidak terlepas dari prinsip kepercayaannya untuk pelanggan. Di samping itu, jujur, tepat waktu, dan tetap mengawal kualitas produk mesti tetap dikedepankan.

“Kita mesti mengawal kualitas dan menyerahkan excellent service (servis terbaik) untuk pelanggan, dan pastinya saling percaya,” imbuhnya.

Kendati demikian, bukan berarti usahanya tersebut tidak merasakan satu juga kendala. Kendala, menurutnya tentu ada, laksana dalam menggali bahan.

Karena menurutnya di pabrik tersebut belum tentu tidak jarang kali tersedia stok warna bahan yang dia butuhkan. Solusinya, dia mesti dapat mengakali menggali jenis warna bahan yang tidak begitu jauh dari tipe warna yang dia butuhkan. 

“Kalau dari pembayaran pemesanan, Alhamdulillah tidak pernah (ada kendala). Karena salah satu kami pun ada kesepakatan bakal adanya sistem pembayaran mundur.

Misalnya, buatan selesai 1 Agustus, maka pelunasannya dapat satu bulan sesudah itu,” tuturnya.

Produksi Desain Sendiri

Di samping menerima desain orang beda dan memproduksinya, ternyata usaha sablonan Affandi ini pun memproduksi kaos brand dan desainnya sendiri. Ilmu yang diperolehnya sewaktu masa kuliah di jurusan desain grafis ternyata tidak disia-siakannya. Dia juga mempunyai dua merk desainnya, yakni Mellow dan Littlecake.

“Kalau buatan merk kaos sendiri sih tidak banyak, proporsinya paling melulu sekitar 20 persen dari total produksi. Itu pun kalau terdapat sisa-sisa bahan kaos yang telah tidak terpakai lagi,” ujarnya.

Menurutnya, dari bahan saldo pemesanan pelanggannya itu dapat dia manfaatkan guna mengolahnya lagi menjadi kaos mereknya itu. Dia pun memasarkan seharga Rp80 ribu guna kaos hasil desainnya itu. “Itu dipasarkan Rp80 ribu, namun kan limited edition (edisi terbatas),” tukasnya.

Ternyata kaos desainnya tersebut juga tidak sedikit peminatnya. Meski dia melulu mempromosikannya dari mulut ke mulut atau dari internet, laksana facebook, ternyata animo teman-temannya lumayan baik. Dia pun tidak sedikit memperoleh pesanan kaos desainnya itu. “Ya, lumayan pun ternyata peminatnya,” imbuhnya.

Di samping diproduksi menjadi kaos desain sendiri, ternyata sisa-sisa bahan produksi tersebut juga masih bernilai ekonomis. Pasalnya, sisa-sisa bahan menurutnya terkadang pun dibeli penadah kain bekas yang biasa mereka olah lagi menjadi jok kursi dan sebagainya. Sisa kain bekas itu dapat dihargai Rp8 ribu per kg.

“Lumayan pun hasilnya, yang awalnya cuma kain bekas dan tidak dapat diapa-apakan lagi, ternyata masih dapat menghasilkan duit lagi,” pungkasnya.